Infertilitas memengaruhi banyak pria, dan mendiagnosis penyebab yang mendasarinya merupakan langkah pertama menuju pengobatan yang efektif. Di Nexus Clinic, kami memiliki spesialisasi dalam evaluasi infertilitas pria yang komprehensif. Berikut ikhtisar langkah-langkah diagnostik yang dapat Anda harapkan.
Langkah 1: Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Medis
Dokter Anda akan memulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan peninjauan riwayat kesehatan Anda. Langkah ini meliputi:
- Pemeriksaan genital: Menilai testis dan organ reproduksi lainnya. Pelajari lebih lanjut tentang pemeriksaan kesehatan umum kami untuk pria.
- Tinjauan riwayat medis: Membahas riwayat keluarga infertilitas, penyakit kronis, cedera, atau operasi yang dapat memengaruhi kesuburan. Baca tentang terapi hormonal untuk pria.
- Perkembangan pubertas: Memahami perkembangan seksual Anda selama masa pubertas.
Langkah ini membantu mengidentifikasi penyebab nyata ketidaksuburan, baik fisik maupun historis.
Siap mengubah perjalanan Anda menjadi orang tua? Klik di sini untuk PESAN SEKARANG dan ambil langkah pertama untuk mencapai tujuan kesuburan Anda!
Langkah 2: Analisis Sperma
Analisis sperma merupakan bagian penting dari diagnosis infertilitas pria. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Koleksi sampel: Anda akan memberikan sampel sperma, biasanya dengan melakukan masturbasi ke dalam wadah khusus di klinik. Jika pertimbangan budaya atau agama menghalangi hal ini, kondom khusus dapat digunakan selama aktivitas seksual untuk mengumpulkan sampel.
- Analisis laboratorium: Sampel Anda dievaluasi untuk:
- Jumlah sperma.
- Morfologi (bentuk).
- Motilitas (pergerakan).
- Tanda-tanda infeksi.
Karena variasi alami jumlah sperma, beberapa tes mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Jika hasil analisis normal, pasangan Anda mungkin disarankan untuk menjalani tes kesuburan wanita.
Langkah 3: Tes Darah untuk Kadar Hormon
Hormon memainkan peran penting dalam produksi sperma. Tes darah dapat menentukan:
- Kadar testosteron. Pelajari tentang penilaian hormonal kami.
- Kadar hormon lain yang mungkin memengaruhi kesuburan.
Ini membantu mendeteksi ketidakseimbangan atau masalah pada sistem organ lain yang menyebabkan ketidaksuburan.
Langkah 4: Urinalisis Setelah Ejakulasi
Urinalisis dapat mengidentifikasi ejakulasi retrograde, suatu kondisi di mana sperma masuk ke kandung kemih, alih-alih keluar melalui penis. Tes ini biasanya dilakukan setelah ejakulasi untuk memastikan keberadaan sperma dalam urine.
Langkah 5: Pengujian Genetik
Dalam kasus jumlah sperma yang sangat rendah, tes genetik dapat mengungkap penyebab yang mendasarinya. Hal ini meliputi:
- Analisis kromosom Y: Mengidentifikasi anomali genetik. Pelajari lebih lanjut tentang skrining genetik untuk infertilitas.
- Skrining sindrom kongenital atau keturunan: Memeriksa kondisi bawaan yang dapat memengaruhi kesuburan.
Langkah 6: Biopsi Testis
Biopsi testis melibatkan:
- Prosedur: Memasukkan jarum ke testis untuk mengambil sampel jaringan.
- Tujuan: Menentukan apakah produksi sperma diharapkan. Jika normal, masalahnya mungkin terkait dengan transportasi sperma.
Langkah 7: Tes Fungsi Sperma Lanjutan
Dalam kasus yang jarang terjadi, tes tambahan dilakukan untuk mengevaluasi:
- Kemampuan sperma untuk menempel dan menembus sel telur.
- Kelangsungan hidup sperma pasca ejakulasi.
Pengujian ini tidak umum digunakan tetapi dapat memberikan wawasan berharga dalam beberapa kasus.
Klinik Nexus Hadir untuk Anda!
Memahami langkah-langkah untuk mendiagnosis infertilitas pria adalah langkah pertama untuk menemukan solusinya. Klinik Nexus menawarkan layanan konsultasi dan tes komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Ambil langkah pertama hari ini! Pesan konsultasi Anda dan biarkan tim kami yang berpengalaman membantu Anda dalam perjalanan menjadi orang tua.

